Thresher merupakan suatu alat yang digunakan untuk melepas butiran-butiran gabah dari tangkainya sehingga dapat diproses menjadi beras.
1. Perinsip Kerja Thresher
a. Merontokan padi dengan melepas butiran-butiran gabah dari tangkai atau malai kemudian memisahkannya.
b. Pelepasan butiran gabah dari atas dasar tarikan, pukulan dan gesekan serta kombinasi dari masing-masing itu.
c. Bagian thresher yang berfungsi melepas butiran gabah adalah gigi perontok.
2. Macam-macam Thresher
a. Menurut Tenaga Penggerak dan Cara Kerjanya
Menurut tenaga penggerak dan cara kerjanya , thresher padi dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:
1) Pedal thresher
Pedal thresher merupakan perontok yang digerakan oleh kaki operator. Pada saat perontokan padi dipegang, bagian malai diumpankan pada bagian atas silinder perontok yang berputar. Untuk menggerakan atau memutar silinder perontk, pedal dan as silinder perontok dapat dihubungkan dengan tiga cara yaitu:
a) System rantai atau gear speda (free whell) dan pegasnya menggunakan karet.
b) Mengunakan system engkol dan tanpa pegas dengan dengan pedal dan silinder perontok dihubungkan dengan tuas atau tangkai engkol dari besi kntruksi (besi beton)
c) System gear dan tanpa karet dimana pedal terhubung dengan gear melalui besi poros dan gear kedua langsung terhubung dangan ke silinder perontok.
Pada umumnya thresher tidak memiliki unit pemisah (separator ) maupun unit pembersih.
Thresher jenis pedal ini mempunyai konstruksi sederhana, dapat dibuat sendiri oleh petani dan cukup dioperasikan oleh satu orang. Pada umumnya hanya dipakai untuk ,perontok padi. Thresher jenis pedal ini tidak dikategorikan sebagai ”mesin” karena tidak menggunakan sumber tenaga penggerak enjin. Komponen bahan pembuatannya antara lain :
a. Rumah poros bagian belakang roda sepeda
b. Sproket gir (free whell) roda sepeda
c. Rantai roda sepeda
d. Ban dalam roda sepeda
e. Paku panjang 8 mm
f. Kayu reng dan paku untuk kayu reng
g. Plat seng atau triplek
h. Besi beton (begel) diameter 10 s/d 12 mm
i. Papan kayu
Bahan – bahan tersebut dapat merupakan bahah – bahan bekas dan bila dipakai bahan yang masih baru maka biaya bahan akan menjadi 3 kali lipat.
Spesifikasi Pedal Thresher :
1. Mampu menghemat tenaga dan waktu
2. Kebutuhan operatus 1 (satu) orang
3. Mudah dioperasikan dan akan mengurangi susut tercecer
4. Kapasitas kerja : 75 kg hingga 100 kg per jam
Gambar 1. Thresher Dengan Tenaga Penggerak Kaki Operator
2) Power Thresher
Power thresher merupakan alat perontok yang digerkan oleh motor bakar atau motor listrik melalui system transmisi. Pengumpanan padi yang dirontkan dengan cara memegang tangkai padi bagian malai diletakan di bawah atau di atas silinder perontok atau dengan melepas padi keruang perontok.
Pada umumnya power thresher sudah dilengkapi dengan unit pembersih berupa saringan dan kipas penghembus untuk memisah tangkai atau jerami, daun dan gabah hasil perontokan.
Keunggulan:
Mobilitas tinggi (menggunakan roda transportasi)
Pengumpanan (Input) jerami fleksibel dengan menutup dan membuka pintu input
Metode potong pendek (Through In), pengumpanan langsung jerami ke mesin perontok
Metode potong panjang (Hold On), pengumpanan jerami dipegang dengan tangan
Kecepatan putar kipas penghembus dapat diatur (rpm) dengan cara mengganti diameter pully kipas penghembus.
Gambar 2. Thresher Dengan Tenaga Penggerak Mesin
3) Automatic Thresher
Automatis thresher merupakan alat perontok penggerak motor yang telah disempurnakan dengan menambah alat pengumpan otomatis berupa seperangkat alat yang terdiri dari rantai (penggerak pararel dengan silinder perontok), spring (pegas) dan rail (semacam batang logam yang menekan rantai).
Alat ini juga sering disebut axial flow thresher, dengan kecepatan perontokan relatif tetap dilihat dari segi pengumpanannya.
B. Menurut Cara Pengumpannya
menurut cara pengumpannya , thresher dibedakan menjadi dua yaitu:
1) Bahan umpan dipegang
tangkai padi dipegang dan malai diletakan di atas silinder perontok (misalnya pedal thresher) dan diletakan di bawah silinder perontok (misalnya power thresher). Untuk memudahkan pengumpanan, pajang pemotongan padi (saat panen) agak dibawah, dan panjang dari tangkai minimal 50 cm.
2) Bahan umpan dilepas
Pengumpanan dilakukan dengan melepas padi dalam ruang perontok. Mengingat cara pegumpaannya, maka diusahakan agar panjang jerami sependek mungkin, karena panjang jerami akan mempegaruhi kapasitas perontokan.
c. Menurut pemisahan hasil perontokan
Menurut pemisahan hasil perontokan thresher dibedakanmenjadi tiga yaitu:
1. perontokan dengan tangan (hand chaff disposing type)
2. perontokan dengan sendirinya (self chaff disposing type)
3. pemisahan automatic (automatic chaff disposing type)
Sources:
http://saepudin-keinginanuntukmaju.blogspot.com/2009/09/thresher.html
http://eproduk.litbang.deptan.go.id/product.php?id_product=77
Selasa, 23 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar